Bunga dan Maknanya
Anggrek : cinta, cantik, chinese symbol untuk banyak anak
Kerendahan Hati
Kerendahan hati berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Keterampilan Menulis
Menulis pada hakikatnya adalah suatu proses berpikir
yang teratur, sehingga apa yang ditulis mudah dipahami pembaca. Sebuah
tulisan dikatakan baik apabila memiliki ciri-ciri, antara lain bermakna,
jelas, bulat dan utuh, ekonomis, dan memenuhi kaidah gramatika.
Kemampuan menulis seseorang akan menjadi baik apabila
dia juga memiliki:
(a) kemampuan untuk menemukan masalah yang akan
ditulis,
(b) kepekaan terhadap kondisi pembaca,
(c) kemampuan menyusun
perencanaan penelitian,
(d) kemampuan menggunakan bahasa indonesia,
(e)
kemampuan memuali menulis, dan
(f) kemam-puan memeriksa karangan sendiri.
Adapun tujuan menulis ialah untuk mengekpresikan diri,
memberikan informasi kepada pembaca, mempersuasi pembaca, dan untuk
meng-hasilkan karya tulis.
Menulis banyak memberikan manfaat, di antaranya:
(1)
wawasan tentang topik akan bertambah, karena dalam menulis berusaha
mencari sumber tentang topik yang akan ditulis,
(2)
berusaha belajar, berpikir, dan bernalar tentang sesuatu misalnya
menjaring informasi, menghubung-hubungkan, dan menarik simpulan,
(3)
dapat menyusun gagasan secara tertib dan sistematis,
(4) akan berusaha
menuangkan gagasan ke atas kertas walaupun gagasan yang tertulis
me-mungkinkan untuk direvisi,
(5) menulis memaksa untuk belajar secara
aktif, dan
(6) menulis yang terencana akan membisakan berfikir secara
tertib dan sistematis.:
Prinsip menulis menurut Parera dan Tasai (1995:14) mengemukakan bahwa untuk dapat
me-netralisir keluhan para guru bahasa, maka perlu diingatkan mereka dua
fakta. Fakta yang pertama banyak sekali orang pandai sangat lemah dalam
keterampilan menulis, fakta kedua, hanya sekelompok kecil orang yang
dapat menulis dengan baik setelah lama berlatih di sekolah dan di luar
sekolah. Walaupun demikian keterampilan menulis merupakan satu
keterampilan yang harus diajarkan dan perhatikan dalam pembelajaran
bahasa meskipun dalam bentuk sederhana.
Aspek Menulis Karangan
Synonim
Pantun Nasehat
Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama
Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya
Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mat
Materi Bahasa Jawa Kelas 3 Sekolah Dasar
Mendengarkan cerita wayang
KOMPETENSI DASAR :
Menyebutkan nama-nama tokoh dalam cerita.
Menjawab pertanyaan tentang sifat/watak tokoh dalam cerita.
PANDHAWA
Para Pandawa terdiri dari lima orang pangeran, tiga di antaranya (Yudistira, Bima, dan Arjuna) merupakan putera kandung Kunti, sedangkan yang lainnya (Nakula dan Sadewa) merupakan putera kandung Madri, namun ayah mereka sama, yaitu Pandu.
1. YUDHISTIRA
Pandawa pertama memiliki istri dewi drupadidan memiliki anak raden pancawala. Yudhistira memiliki jimat jamus kalima sada dan ia memiliki darah berwarna putih. Menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja jin negara Mertani, sebuah Kerajaan Siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker.
Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Yama dan lahir dari Kunti. Sifatnya sangat bijaksana, tidak memiliki musuh, dan hampir tak pernah berdusta seumur hidupnya. Memiliki moral yang sangat tinggi dan suka mema’afkan serta suka mengampuni musuh yang sudah menyerah. Memiliki julukan Dhramasuta (putera Dharma), Ajathasatru (yang tidak memiliki musuh), dan Bhārata(keturunan Maharaja Bharata). Ia menjadi seorang Maharaja dunia setelah perang akbar di Kurukshetra berakhir dan mengadakan upacara Aswamedha demi menyatukan kerajaan-kerajaan India Kuno agar berada di bawah pengaruhnya.
2. BIMA
Dikenal pula dengan nama; Balawa, Bratasena, Birawa, Nagata, Kowara, Sena, atau Wijasena. Bima putra kedua Prabu Pandu, raja Negara Astina dengan Dewi Kunti, putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura. Bima mempunyai dua orang saudara kandung bernama: Puntadewa dan Arjuna, serta 2 orang saudara lain ibu, yaitu ; Nakula dan Sadewa.
Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga memiliki nama julukan Bayusutha. Bima sangat kuat, lengannya panjang, tubuhnya tinggi, dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik. Pandai memainkan senjata gada senjata gadanya bernama Rujapala dan pandai memasak. Bima juga gemar makan sehingga dijuluki Werkodara. Kemahirannya dalam berperang sangat dibutuhkan oleh para Pandawa agar mereka mampu memperoleh kemenangan dalam pertempuran akbar di Kurukshetra. Ia memiliki seorang putera dari ras rakshasa bernama Gatotkaca, turut serta membantu ayahnya berperang, namun gugur. Akhirnya Bima memenangkan peperangan dan menyerahkan tahta kepada kakaknya, Yudistira.
3.ARJUNA
Arjuna merupakan anak ke-tiga dari lima bersaudara satu ayah, yang dikenal dengan nama Pandawa. Dua saudara satu ibu adalah Puntadewa dan Bima/Werkudara. Namanya (dalam bahasa Sansekerta) memiliki arti “yang bersinar”, “yang bercahaya”. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Indra, Sang Dewa perang. Arjuna memiliki kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona.
Ia dikenal sebagai sang Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya. Ia adalah putra Prabu Pandudewanata, raja di Hastinapura dengan Dewi Kunti atau Dewi Prita, yaitu putri Prabu Surasena, Raja Wangsa Yadawa di Mandura. Arjuna merupakan teman dekat Kresna, yaitu awatara (penjelmaan) Bhatara Wisnu yang turun ke dunia demi menyelamatkan dunia dari kejahatan. Arjuna seorang satria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu.Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa agar mampu memperoleh kemenangan saat pertempuran akbar di Kurukshetra.
Arjuna memiliki banyak nama panggilan, seperti misalnya Dhananjaya (perebut kekayaan – karena ia berhasil mengumpulkan upeti saat upacara Rajasuya yang diselenggarakan Yudistira);Kirti (yang bermahkota indah – karena ia diberi mahkota indah oleh Dewa Indra saat berada disurga); Partha (putera Kunti – karena ia merupakan putera Pritha alias Kunti). Dalampertempuran di Kurukshetra, ia berhasil memperoleh kemenangan dan Yudistira diangkat menjadi raja.
4. NAKULA
Dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati, dari negara Mandaraka. Nakula mahir menunggang kuda dan pandai mempergunakan senjata panah dan lembing. Nakula tidak akan dapat lupa tentang segala hal yang diketahui karena ia mepunyai Aji Pranawajati pemberian Ditya Sapujagad, Senapati negara Mretani.
Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Saudara kembarnya bernama Sadewa, yang lebih kecil darinya, dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. Setelah kedua orangtuanya meninggal, ia bersama adiknya diasuh oleh Kunti, istri Pandu yang lain. Nakula pandai memainkan senjata pedang. Dropadi berkata bahwa Nakula merupakan pria yang paling tampan di dunia dan merupakan seorang ksatria berpedang yang tangguh. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Dalam masa pengasingan di hutan, Nakula dan tiga Pandawa yang lainnya sempat meninggal karena minum racun, namun ia hidup kembali atas permohonan Yudistira. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata, ia berperan sebagai pengasuh kuda.
5. SADEWA
Dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (buah dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima atau bungsu Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Ia lahir kembar bersama kakanya, Nakula.Sadewa mempunyai watak jujur, setia, taat, belas kasih, tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia.
Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Saudara kembarnya bernama Nakula, yang lebih besar darinya, dan merupakan penjelmaan Dewa Aswinjuga. Setelah kedua orangtuanya meninggal, ia bersama kakaknya diasuh oleh Kunti, istri Panduyang lain. Sadewa adalah orang yang sangat rajin dan bijaksana. Sadewa juga merupakan seseorang yang ahli dalam ilmu astronomi. Yudistira pernah berkata bahwa Sadewa merupakan pria yang bijaksana, setara dengan Brihaspati, guru para Dewa. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh RajaWirata, ia berperan sebagai
Pantun Jenaka
- Anak kucing joget dangdut
Kepalaku pusing cenat cenut - Burung merpati main gundu
Emang sakit hati kalo dimadu - Buah duku dimakan buaya
Pacar selingkuh cari gantinya - Anak kera memancing ikan
Sudah nora gaya kampungan - Ke Bandung naik kereta api
Aku bingung, mukamu ko kaya sapi - Kota Badung adanya di Bali
Aku bingung kamu ko jelek sekali - Burung merpati naik delman
Hati-hati, pacarnya preman - Ada hiu mencuri kurma
Gadis ayu pacarnya lima - Burung nuri jambulnya merah
Aku ngeri kalo kamu marah - Burung gelatik pake celana
Nona cantik siapa namanya - Buah manggis dimakan kalong
Nona manis bajunya bolong - Buah manggis buah kedondong
Nona manis kenalan dong - Anak kancil jualan koran
Masih kecil udah pacaran - Ada gajah bermain kayu
Badan gagah, gaya kemayu - Kain batik dari pekalongan
Nona cantik, boleh dong kenalan - Tanah abang kampung melayu
Aduh abang kok bisanya merayu - Ikan betok adanya di rawa
Kepalanya digetok sama mertua - Pepes ikan sambel terasi
Kami ucapkan terimakasih
Kesehatan (Manfaat olahraga)
- Meningkatkan kisaran gerak
- Meningkatkan stamina
- Melepaskan kecemasan
- Meredakan kinerja seksual
- Meredakan gejala menopause
- Membantu mencegah penyakit jantung
- Mencegah osteoporosis
- Memperbaiki ketajaman mental
- Memperbaiki konsentrasi
- Mengurangi resiko kanker payudara
- Memperbaiki pandangan hidup
- Mengurangi nyeri radang sendi
- Mengendalikan kolesterol
- Membakar lemak
- Mempercepat metabolisme
- Menghilangkan gejala pra-menstruasi
- Membantu kita berhenti merokok
- Meredakan depresi
- Mengurangi biaya hidup
- Meningkatkan kepuasan kerja
- Mengawetkan otot
- Mengawetkan organ-organ internal (hati, ginjal)
- Memperbaiki waktu reaksi
- Memperbaiki kebugaran kardiovaskuler
- Meningkatkan energi
- Memperbaiki koordinasi saraf dan otot
- Meningkatkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi
- Mengurangi resiko glaukoma
- Mengurangi resiko kanker usus besar
- Menurunkan tekanan darah
- Mengurangi resiko kegemukan
- Membakar kalori
- Memperbaiki sembelit
- Mencegah endometriosis
- Mengurangi konsumsi alkohol
- Mengurangi stres
- Meningkatkan harga diri
- Meningkatkan perasaan sejahtera
- Meningkatkan IQ
- Meningkatkan kreativitas
- Mengurangi absensi kerja
- Meningkatkan produktivitas
- Memperbaiki kelenturan
- Memperbaiki peredaran darah
- Meningkatkan mobilitas
- Meningkatkan ingatan/mengurangi resiko pikun
- Memperpendek waktu pemulihan sesudah sakit atau cedera
- Meningkatkan kesehatan punggung
- Tidur nyenyak
- Memperpanjang hidup









