Menulis pada hakikatnya adalah suatu proses berpikir
yang teratur, sehingga apa yang ditulis mudah dipahami pembaca. Sebuah
tulisan dikatakan baik apabila memiliki ciri-ciri, antara lain bermakna,
jelas, bulat dan utuh, ekonomis, dan memenuhi kaidah gramatika.
Kemampuan menulis seseorang akan menjadi baik apabila
dia juga memiliki:
(a) kemampuan untuk menemukan masalah yang akan
ditulis,
(b) kepekaan terhadap kondisi pembaca,
(c) kemampuan menyusun
perencanaan penelitian,
(d) kemampuan menggunakan bahasa indonesia,
(e)
kemampuan memuali menulis, dan
(f) kemam-puan memeriksa karangan sendiri.
Adapun tujuan menulis ialah untuk mengekpresikan diri,
memberikan informasi kepada pembaca, mempersuasi pembaca, dan untuk
meng-hasilkan karya tulis.
Menulis banyak memberikan manfaat, di antaranya:
(1)
wawasan tentang topik akan bertambah, karena dalam menulis berusaha
mencari sumber tentang topik yang akan ditulis,
(2)
berusaha belajar, berpikir, dan bernalar tentang sesuatu misalnya
menjaring informasi, menghubung-hubungkan, dan menarik simpulan,
(3)
dapat menyusun gagasan secara tertib dan sistematis,
(4) akan berusaha
menuangkan gagasan ke atas kertas walaupun gagasan yang tertulis
me-mungkinkan untuk direvisi,
(5) menulis memaksa untuk belajar secara
aktif, dan
(6) menulis yang terencana akan membisakan berfikir secara
tertib dan sistematis.:
Prinsip menulis menurut Parera dan Tasai (1995:14) mengemukakan bahwa untuk dapat
me-netralisir keluhan para guru bahasa, maka perlu diingatkan mereka dua
fakta. Fakta yang pertama banyak sekali orang pandai sangat lemah dalam
keterampilan menulis, fakta kedua, hanya sekelompok kecil orang yang
dapat menulis dengan baik setelah lama berlatih di sekolah dan di luar
sekolah. Walaupun demikian keterampilan menulis merupakan satu
keterampilan yang harus diajarkan dan perhatikan dalam pembelajaran
bahasa meskipun dalam bentuk sederhana.
Aspek Menulis Karangan
Keterampilan Menulis
16.01 |
Label:
Keterampilan Menulis
Pengetahuan
tentang aspek-aspek penting dalam menulis perlu dikuasai pula oleh
siswa. Sebab dengan penguasaan itu siswa dapat mengetahui kekurangan dan
kesalahan suatu karangan. Badudu (1992:17) mengemukakan yang perlu
diperhatikan dalam menulis, yaitu (1) menggunakan kata dalam kalimat
secara tepat makna, (2) menggunakan kata dengan bentuk yang tepat, (3)
menggunakan kata dalam distribusi yang tepat, (4) merangkaikan kata
dalam frasa secara tepat, (5) menyusun klausa atau kalimat dengan
susunan yang tepat, (6) merangkaikan kalimat dalam kesatuan yang lebih
besar (paragraf) secara tepat dan baik, (7) menyusun wacana dari
paragraf-paragraf dengan baik, (8) membuat karangan (wacana) dengan
corak tertentu, deskripsi, narasi, eksposisi, persuasi, argumentasi, (9)
membuat surat (macam-macam surat), (10) menyadur tulisan (puisi menjadi
prosa), (11) membuat laporan (penelitian, pengalaman, dan sesuatu yang
disaksikan), (12) mengalihkan kalimat (aktif menjadi pasif dan
sebaliknya, kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung), (13)
mengubah wacana ( wacana percakapan menjadi wacana cerita atau
sebaliknya).
1) Jenis-jenis Mengarang
Pelajaran
mengarang menurut Moeljono (1976:89) macamnya adalah (1) mengarang
surat, (2) mengarang cerita non fiksi, (3) mengarang cerita fiksi, (4)
mengarang lukisan keadaan, (5) menulis berita aktual, (6) mengarang
puisi, (7) mengarang esay, dan (8) mengarang naskah drama.
(1) Mengarang Surat
Surat
merupakan bentuk percakapan yang disajikan secara tertulis.
Perbedaannya dengan percakapan biasa ialah karena dalam surat jawaban
orang yang diajak berbicara tidak dapat diterima secara
langsung. Oleh karena itu bentuk bahasa dalam surat dapat dikatakan
mengarah-arah pada bahasa percakapan biasa.
Pada
garis besarnya surat dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu: (1)
surat kekeluargaan dan (2) surat dinas. Yang dimaksud dengan surat
kekeluargaan ialah surat yang dikirim dari dan kepada keluarga atau
kenalan. Bentuk dan pemakaian bahasa dalam surat kekeluargaan sangat
bebas, tidak terlalu terikat oleh pedoman yang tertentu.. sedangkan
surat dinas ialah surat yang dikirimkan dari dan kepada jawatan, lembaga
atau organisasi secara resmi. Bentuk dan bahasa dalam surat dinas biasanya terikat oleh pedoman dan tatatulis tertentu.
(2) Mengarang Cerita Non Fiksi
Yang
dimaksud dengan cerita non fiksi ialah cerita tentang sesuatu yang
ada/terjadi sungguh-sungguh. Karangan non cerita fiksi menuliskan cerita
yang berhibungan hal-hal yang ada di sekitarnya atau
peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungannya. Dengan demikain
mengarang cerita non fiksi ialah menulis apa saja yang dilihat, apa saja
yang diketahui, dan apa saja yang dialami.
(3) Mengarang Cerita Fiksi
Yang dimaksud dengan mengarang cerita fiksi ialah mengarang cerita berdasarkan atas buah rekaan atau angan-angan saja. Cerita
ini akan berupa suatu cerita pendek, fragmen, atau sekedar lamunan
mengarang saja. Oleh karena itu dasarnya adalah buah rekaan, maka cerita
ini dapat mempunyai nilai (1) membiasakan untuk mengisi waktu senggang
dengan lamunan yang produktif, (2) menghidupkan fantasi dan daya kreasi, dan (3) mengembangkan bakat mengarang.
(4) Mengarang Lukisan Keadaan
Yang
dimaksud mengarang lukisan keadaan ialah karangan yang menggambarkan
suatu situasi secara tepat dengan menggunakan alat bahasa. Tujuan
mengarang lukisan keadaan ialah membiasakan untuk menggambarkan sesuatu
dengan pengamatan secra teliti melalui kata-kata secara
tepat. Karangan lukisan keadaan didasarkan atas suatu kenyataan. Karean
sebagai suatu lukisan, maka kemampuan mengimajinasikan kenyataan dalam
bahasa yang indah dan mampu menyentuh perasaan sangat diperlukan. Oleh
karena itu karangan yang berupa lukisan keadaan mengarah kepada gaya bahasa puisi atau prosa liris.
(5) Menulis Berita Aktual
Yang dimaksud menulis berita aktual ialah menyampaikan terjadinya suatu peristiwa dengan cara menuliskannya menurut tata tulis berita yang telah lazim dipergunakan dalam persuratkabaran. Jadi berita aktual ialah suatu kejadian yang penting yang disampaikan oleh seseorang untuk orang banyak secara tertulis.
Tujuan
menulis berita aktual ialah (1) membiasakan agar dapat menyampaikan
peristiwa yang penting secara lengkap dan teratur dengan gaya bahasa
yang tepat dan (2) mengembangkan bakat kewartawanan.
(6) Mengarang Puisi
Puisi merupakan hasil ciptaan yang singkat dan padat. Manfaat mengarang puisi ialah (1) menyalurkan dorongan melahirkan perasaan yang kuat, yang pada umumnya yang terdapat pada diri masing-masing, (2) memberika
latihan mengungkapkan perasan dengan lambang-lambang kata yang tepat,
yang berarti melatih kemampuan berbahasa, (3) mengajar memberi kesibukan
yang berguan untuk mengisi waktu senggang dengan kepandaiannya, (4)
mencoba secara tidak langsung memahami keadaan yang barang kali dapat
dipergunakan untuk menolong memecahkan kesulitan yang dihadapi, dan (5)
membantu memperkembangkan bakat.
(7) Mengarang Esai
Yang
dimaksud dengan esai ialah karangan tentang suatu masalah yang pada
suatu saat menarik perhatian seseorang penulis. Esai dapat mengenai
masalah ilmu pengetahuan,keagamaan, filsafat, kebudayaan, kesenian,
politik, dan masalah sosial. Tujuan mengarang esai ialah membiasakan
untuk mampu menanggapi suatu masalah yang pada suatu saat menarik
perhatian orang.
(8) Mengarang Naskah Pidato
Yang
dimaksud dengan pidato ialah berbicara di hadapan publik, yang
ditujukan kepada seseorang, sekelompok orang, atau kepada publik itu
sendiri. Suatu piadato yang resmi memerlukan persiapan. Oleh karena itu
pidato disiapkan secara tertulis. Selanjutnya untuk melatih menyusun
naskah pidato perlu memperhatikan pidato yang akan disampaikan.
Berdasarkan yang disampaikan pidato dibedakan antara lain: (1) pidato
penjelasan, (2) pidato sambutan, (3) pidato laporan, dan (4) pidato
keilmuan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar