Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Puisi Esai

Antara Aku dan Ayahmu Suatu kala tak sengaja Alula dan Faizal dipertemukan Dalam sebuah ruang yang disaat itu Mereka sedang mengikuti perlombaan cerdas cermat Tingkat bangku sekolah menengah pertama Kelas IX dengan sekolah yang berbeda. Disaat itu... Mereka bukanlah sebagai sepasang kekasih, Namun sebagai teman biasa Sebab Alula telah memiliki seseorang disampingnya Yaitu Riski yang saat itu jadi kekasihnya. Semakin lama Faizal dan Alula berteman Dan mereka jadi seorang sahabat karib. Seiring berjalannya waktu... Suatu permasalahan datang kepadanya Dalam hubungan Alula dengan pasangannya. Bahwa telah lama lima bulan Hubungan digantungkan oleh kekasihnya Hingga Alula akhiri semua secara baik-baik. Tak lama Alula dengar Bahwa kekasihnya telah mencintai wanita lain Betapa shock dan sakit hati Dia adalah saudaranya sendiri Didengarkan berita itu Dengan penuh perlahan-lahan. Selang beberapa lama... Tepatnya telah satu tahun Saat dia telah memasuki sekolah menengah atas Alula telah lupa dengan semua itu Dan dia telah temukan sosok pria lain Yang telah mampu memikat hatinya kembali Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama Karena kekasih yang kedua telah melukai Betapa malangnya dirinya dua kali merasakan cinta Namun harus tersakiti dan terlukai. Dalam semua itu sahabat karibnya yaitu Faizal Selalu ada dan selalu menemani dirinya Hingga suatu saat hubungan mereka semakin dekat. Di saat hari ulang tahun Alula Dia berpikir bahwa akan diberikan sebuah kejutan Namun semua itu hanya bayang-bayang semata Yang menyelimuti di pikiran saja. Alula sadar bahwa dia Tak akan dan mereka juga tak akan Menjalin suatu hubungan yang serius Ke sebuah jenjang sebagai kekasih Karena dirinya pasti tak pantas bersama Faizal Mereka hanyalah akan bisa menjadi sahabat. Saat itu sahabat Alula si Faizal sedang mempunyai kekasih Namun tak lama kemudian Faizal telah diputuskan oleh kekasihnya “Aku hanya bisa membantu dan menghibur dirinya Untuk dia tak terlelap dalam cinta yang dialaminya” ujar Alula. Hingga ntah kenapa beberapa tahun kemudian, Faizal meminta Alula Untuk menjadi kekasihnya Tepatnya di hari sebelum Faizal berulang tahun Dan Alula masih belum bisa menerimanya. Disaat itu Alula mencoba butuh bukti Dan hanya ingin melihat keseriusannya Karena dia khawatir Bahwa dia akan hanya dijadikan pelariannya saja. Tepatnya di desa Alula tinggal yaitu desa Kemiri Faizal datang dan mengutaran cintanya pada Alula Alula berfikir dan terus berfikir Haruskah dia menerimanya Ataukah mereka akan hanya jadi sahabat. Dan hingga tepat dihari ulang tahun Faizal ke sweet seventeen Alula memberikan jawaban Alula menjawab pertanyaan Faizal itu dengan jawaban” iya aku akan mencoba menyayangi dirimu”. Namun setelah hubungan mereka lalui bersama Ternyata orang tua Faizal tak merestui Karena perbedaan status sosial yaitu bibit,bebet, dan bobot mereka. Orang tua Faizal berfikir, “Apakah pantas bahwa Alula Suatu saat akan menjadi seorang menantunya kelak? Karena Alula adalah gadis desa yang lugu Dan orang tua Alula Hanyalah seorang kuli bangunan dan ibunya penjual jajanan kecil”, Ujar ayah Faizal. Hingga suatu saat Faizal Memperkenalkan Alula kerumahnya Suatu kebahagiaan bagi Alula Bahwa dia akan diperkenalkan dengan keluarga Faizal Namun kebahagiaan itu hanyalah khayalan semata Justru saat dia diajak makan malam Di rumah Faizal dia hanyalah dicaci maki oleh ayah Faizal Karena dirinya hanyalah Anak dari seorang kuli bangunan Yang hidupnya hanyalah serba kekurangan. Berbeda dengan Faizal dia akan bahagia Karena dia akan mampu apa saja Karena dia itu anaknya seorang manajer suatu perusahaan. Faizal kaget ketika ayahnya berbicara begitu, Ibu Faizal dan semua orang yang berada di ruang makan itu terkejut Alula dengan bergerak cepat langsung bergegas pamit pulang. Dan selama perjalanan pulang Air matanya membasahi pipi Hingga sampai di rumah Dia langsung masuk kamar. Kedua orang tuanya pun bertanya-tanya Apa yang sedang terjadi pada diri anaknya itu, Alula semakin menangis dan tak berkata-kata sedikitpun. Selang beberapa menit saat Alula lelah menangis Dia baru dapat menceritakan kejadian yang sedang menimpanya itu. Lalu nyak berkata “Babe, kenapa anak kita dicaci maki oleh orang kota Yang menganggap dirinya itu sempurna dari yang lain?”. Lalu Babe menjawab, ”Sudahlah mak karena beginilah nasib kita Jadi orang desa dan orang tak punya apa-apa, makan saja hanya cukup dan kadang kekurangan”. Emak menyela lagi, “Tapi kita tak boleh begitu Be, Meski kita orang desa dan orang tak punya apa-apa Kita tak boleh lemah dihadapan orang seperti ayahnya Faizal itu Karena kita hidup itu nantinya juga akan kembali Kepada Yang telah menciptakan kita dan Status kita itu tak akan kita bawa di akherat nanti”. Emak lalu menasehati Alula, “Sudah nak, jangan sedih lagi Karena jodoh itu tak akan kemana semua itu sudah ada yang mengatur-Nya”. Alula kemudian tenang dengan nasehat emaknya itu. Selang dua hari kejadian itu, Faizal datang kerumahnya Namun Alula tak mau menemui Karena masih sakit hati terhadap ucapan ayahnya Hingga hujanpun turun Dengan petir yang begitu dahsyat menggelegarkan desa itu Yang bergemelapan diatas langit. Namun tetap saja Alula tak mau Dan tak bisa menemuinya. Disaat hujan turun Dengan gemerlapan petir yang menyerukan gunturnya Suasana hati Alula pun terjadi suatu kekhawatiran Dengan keadaan Faizal yang datang Untuk menemuinya dan meminta maaf. Hingga sampai pagi hari , Ternyata Faizal masih di depan rumah Alula Dengan keadaan pingsan dan tak berdaya. Alula tergesa-gesa melihat keluar rumah Dan terkejut melihat keadaan Faizal Dia bersama keluarganya membawa Faizal ke Klinik. Selang beberapa jam diperiksa oleh Mantri Faizal tetap belum juga sadar, Keteganganpun memuncak di benak Alula Harus bagaimana dia menceritakan kejadian Dan bagaimana dia memberi tahu orang tua Faizal Secara ayah Faizal benci pada dirinya. Kemudian dia berfikir ,”Apa yang harus aku lakukan saat ini?”, ujar Alula. Tanpa memperpanjang berfikir Dia langsung bergegas ke rumah Faizal Memberitahukan kepada orang tuanya Ntah caci makian dan yang lainnya Dia tak memikirkan hal itu Karena yang terpenting orang tuanya tahu Bahwa Faizal dalam keadaan tak sadar. Setelah dia hampir sampai rumah Faizal Perasaan ketakutan, kekhawatiran terhadap caci makian Dari ayahnya Faizal Dia hiraukan dengan dia berlari Untuk cepat memberitahukan keadaan Faizal. Saat tiba di rumah Faizal , Ayah Faizal ternyata sudah berdiri tegak di depan rumah Karena sedang manasin mobilnya Dan akan berangkat ke kantor, Alula langsung memberitahukan keadaan anaknya itu. Tanpa berfikir panjang ayah Faizal memanggil istrinya Kemudian bergegas menarik Alula masuk ke mobil Untuk segera melihat kondisi Faizal. Setelah tiba di klinik, Untungnya Faizal telah sadar Kemudian kedua orangnya bertanya kepadanya Kenapa bisa terjadi kejadian seperti itu. Tiba-tiba seorang mantri memanggil kedua orang tua Faizal Dan memintanya untuk ke ruangan mantri itu. Lalu Alula masuk ke ruangan dimana Faizal dirawat Dan dia memegang tangan Faizal Sambil berkata “Aku dan kamu memang sama-sama cinta juga saling sayang Namun ada suatu hal yg menghalangi kita Cinta kita tak direstui Aku memang tak mengerti dengan semua ini Tapi inilah nyatanya Aku tak mau ini terjadi karena cinta kita tak direstui Aku mohon kamu mengerti Dengarkanlah kedua orang tuamu Orang yang melahirkanmu Turutilah kemauannya Aku pun sadar Kita berbeda, Aku hanyalah gadis desa yang lugu Yang tak pantas mendapatkanmu Masih banyak wanita lain yang pantas bersamamu Lupakanlah aku Tekatku untuk memilikimu Namun badai menghalangiku Khayalan yang berubah menjadi kekecewaan Saat orang tuamu menghadang cinta kita Harapan tak kan pernah ada lagi Khayalan bersamamu sirna sekejap Aku pun hanya bisa diam sendiri Menjalani hidup ini Aku yang tak berarti untukmu Dan inilah derita cintaku Ini memang salahku Salahku yang terlalu berharap padamu Salahku yang hidup dikeluarga tak mampu Salahku yang tak punya apa-apa Salahku yang tak punya masa depan cerah Mungkin ini jalanku Aku yang tak bisa bersamamu Terdiam dalam khayalanku Yang hanya bisa mengenang masa lalu Biarkan hujan yang menghapus cerita cintaku Dan kamu cintaku sudah pupus Terhalang restu orangtuamu”. Faizal langsung menangis Mendengarkan ucapan Alula itu Alula pun tak berhenti menangis saat mengucapkan itu. Faizal lalu berkata” Aku tak akan melepasmu Sampai kapanpun, walau orang tua kita tak merestui Aku akan selalu menyayangi dan mencintaimu Aku akan berusaha keras Agar suatu saat hubungan kita direstui Oleh kedua orang tua kita Kita jangan menyerah seperti ini sayang, Karena aku mau hidup sampai ajal menjemputku Bawalah diriku dalam pelukanmu, Sekarang kita jangan bersedih lagi dengan hal ini Sekarang kita semangat Untuk mempersatukan restu orang tua kita”. Dari apa yang diucapkan Faizal Alula lalu menghela nafas Bahwa dirinya masih bisa bersama Faizal selama-lamanya. Namun dengan tiba-tiba dan tak terduga Ayah Faizal datang dan mendengarkan semua itu Dengan bergegas beliau menampar Alula Karena dia telah membuat Faizal menyayanginya. Faizal memarahi ayahnya kenapa beliau harus menampar Alula Akhirnya dia bilang bahwa dirinya sangat mencintai Alula. Emosi ayah Faizal semakin memuncak Sehingga tak sengaja keceplosan berkata Bahwa mantri memfoniskan Kalau Faizal mengidap Leukimia dan Membutuhkan sumbangan sumsum tulang belakang Betapa kaget semua orang yang di ruangan itu. Tiba-tiba kedua orang tua Alula datang dan tak terima Terhadap tamparan ayah Faizal Hingga dalam klinik itu terjadi pertengakaran kedua orang tuanya. Tanpa berpikir panjang emak dan babe menarik Alula Untuk pulang ke rumah Mereka sudah tak tahan terhadap caci makian itu Namun Alula tetap saja tak mau Hingga terdengar suara mobil ambulance Untuk membawa Faizal ke rumah sakit kota Dan Faizal dibawa mantri dengan kursi dorong menuju ambulance Dia melambaikan tangan kepadaAlula sambil berkata “ Tunggulah aku ,aku akan sembuh untukmu dan meminangmu”. Deraian air mata Alula yang membasahi pipi Mobil ambulance terus berjalan Mobil orang tua Faizal mengikuti dibelakangnya Dan Alula pun tanpa sepengatuhan dari semuanya Langsung mengikuti mereka Demi menyumbangkan sumsum tulang belakangnya Alula mengikuti dengan naik angkot temannya. Setelah empat tahun lamanya, Alula sudah lulus sekolah Dia di panggil untuk kerja di sebuah perusahaan Perusahaan itu namanya perusahaan jasa dan marketing Di Jakarta Pusat. Karena dia pandai dalam akademik dan non akademik Hingga dia di tempatkan sebagai sekretaris manajer Hingga dia harus meninggalkan kedua orang tuanya di kampung. Di tempat dia kerja dia enjoy dan sudah cocok dengan semuanya Tiap bulan dia selalu mengirimkan uang Kepada orang tua di kampung Alula selama empat tahun itu Belum punya kekasih lagi Dia masih menunggu Faizal untuk memenuhi janjinya. Setelah satu tahun lamanya dia bekerja Dengan kedisiplinan dan kerja keras Alula diangkat menjadi manajer di perusahaan Betapa bangga dan bahagia dirinya Hingga dia memberi berita itu kepada orang tuanya. Alula membuatkan rumah baru Yang lebih baik dan bagus di desanya Uang yang di dapat itu Bukan hasil korupsi Namun hasil tabungan dia sebelum dia jadi manajer. Di suatu pertemuan bisnis dengan perusahaan lain Alula ditugaskan untuk menghadiri pertemuan Sebelum masuk ruangan Dia berpapasan dengan seorang laki-laki Dengan postur tubuh seperti Faizal Begitu pula dengan Faizal Wanita itu juga mirip dengan Alula Namun itu hanya bayang-bayang semu dari mereka. Saat Alula masuk ruangan Tak disangka dan tak diduga Ternyata lelaki yang dipapasnya Juga masuk dalam ruangan itu Selama 30 menit pertemuan berlangsung dan berakhir Tiba- tiba lelaki itu mendekati Lalu mengajaknya ngobrol Dia memperkenalkan dirinya Bahwa dirinya bernama Faizal begitu pula sebaliknya Mereka saling menukarkan nomor handphone Tujuannya untuk kerja sama perusahaan mereka. Setelah seminggu setelah pertemuannya itu Faizal menelpon Alula untuk bertemu Dia mengajak bekerja sama untuk perusahaan mereka Alula menyetujuinya Hingga mereka bertemu Di sebuah restoran yang mereka janjikan. Disisi mereka akan mengadakan kerja sama Mereka menemukan caim misteri yang sama Dengan yang mereka lakukan dulu. Setelah mereka membahas tentang bisnis mereka Mereka makan sambil ngobrol Faizal bertanya pada Alula “Apakah kamu Alula yang dulu kekasihku?”,ujar Faizal. Alula pun menjawab “ Apakah kamu juga Faizal yang dulu juga kekasihku?”. Tanpa berpikir panjang dia lalu ketawa Dan ternyata mereka itu Adalah Alula dan Faizal yang dulu jadi sahabat dan kekasih. Alula bertanya kepada Faizal “Kamu sudah sembuh?”, ujarnya. Faizal menjawabnya “Ya, aku sudah sembuh berkat ada seseorang Telah mau menyumbangkan tulang belakangnya untukku Dan kini aku bahagia bisa ditemukan kembali denganmu Aku akan tepati janjiku disaat aku mau pergi Dibawa ambulance beberapa tahun itu Kini aku akan mempersuntingmu untuk jadi milikku selamanya”. Dan tak disangka bahwa Alula telah menyumbangkan tulang belakangnya Namun Alula tak memberi tahu bahwa dirinya lah yang menyumbangkannya Tetapi kedua orang tua Faizal mengetahuinya dan tidak bilang ke Faizal . “Tapi bagaimana dengan orang tuamu?”, tanya Alula Sudah jangan pikirkan itu lagi Pasti orang tuaku sudah merestui Karena mereka tahu betapa besar rasa cinta dan sayangmu denganmu. Biarkan aku besok menemui orang tuamu untuk meminangmu Dan kita akan bekerja sama untuk perusahan kita ini. Dua hari setelah itu Alula di pinang oleh Faizal Dan kedua orang tua Faizal meminta maaf kepada keluarga Alula Atas masalah-masalah dulu Kini mereka menjadi sepasang keluarga baru yang bahagia Dengan restu orang tua mereka. Pesan: Ternyata kita hidup janganlah memandang diskriminasi sosial baik bibit, bebet, dan bobot Sebab nantinya kita juga di akherat akan sama dan tak ada perbedaan di bidang apa pun. Catatan Kaki: Azas bibit, bebet, bobot (istilah Jawa) masih sangat memengaruhi pengambilan keputusan orang tua untuk merestui hubungan anaknya atau tidak. http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/130 Nama : Tri Wahyuningsih Kelas : A4-12 NPM : 12144600153 Perguruan Tinggi : Universitas PGRI Yogyakarta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar